.

Senin, 20 Juni 2011

7 Fenomena Alam yang Menakjubkan Part-2


1. Sinar Matahari di Malam hari
Matahari tengah malam di Moskenes
Foto: Frithjof Fure / Innovation Norway
Matahari tengah malam merupakan fenomena alami yang berarti matahari tidak pernah terbenam selama musim panas. Dengan kata lain, jika cuaca baik, Anda dapat melihat matahari selama 24 jam. Lamanya matahari bersinar di tengah malam bergantung pada sejauh mana di Utara anda berada. matahari tengah malam ini hanya terjadi di negara-negara yang berada di lintang tinggi, makin tinggi lintangnya makin susah terbenam mataharinya, di lintang 90 derajat matahari tidak pernah tenggelam walaupun sudah malam, matahari tidak naik dan tidak turun, hanya berada di kaki langit, bergerak semu dari timur ke barat. Di Arctic Circle di Nordland, Anda dapat melihat matahari tengah malam dari tanggal 12 Juni hingga 1 Juli. Sementara di North Cape di Finnmark, Anda dapat melihat matahari dari tanggal 14 Mei hingga 29 Juli, dan di North Pole, matahari tidak terbenam selama enam bulan.

2. Salju di Musim Panas
Salju di puncak Mauna Kea pada bulan Juni termasuk di luar kebiasaan. Salju pernah didapati juga pada bulan Juli, Agustus, bahkan akhir Mei. "Salju pada bulan Juni ini baru pertama kali terjadi setelah sekitar 30 tahun," kata Ryan Lyman, ahli cuaca dari Mauna Kea Weather Center, kepada Life's Little Mysteries.  Salju disebabkan badai besar akibat pertemuan udara hangat dengan udara dingin di atas Mauna Kea. Menurut Steven Businger, kepala ahli meteorologi dari Storm Evolution and Energetics Research, University of Hawaii Manoa, badai itu berhubungan dengan turunnya udara dingin dari atmosfer atas.  Sementara itu, dikatakan oleh Lyman, udara permukaan yang hangat naik dan bertemu dengan udara dingin di atmosfer atas. "Itulah yang menyebabkan badai... dan salju," tegasnya. Businger menegaskan kalau munculnya salju itu bukan kejadian aneh. "Sering terjadi, tapi biasanya pada saat musim dingin, tidak pada musim panas," jelas Businger lebih lanjut. Mauna Kea memiliki ketinggian lebih dari 4.200 meter."Pada ketinggian itu, temperatur di puncak sangat dingin sepanjang tahun," kata Businger. Temperatur harian di puncak Mauna Kea sepanjang April hingga November berkisar -17 derajat celsius hingga 15 derajat celsius. "Jadi, ada salju selama musim semi dan panas termasuk normal," kata Businger.

3. Kolam Hijau di Kutub Selatan
Menurut mereka, kolam di daerah terpencil itu berwarna hijau akibat klorofil dari ganggang yang terdapat di situ. Di kolam itu pula didapati krustasea kecil, ikan, larva udang. Ini kolam terhijau yang pernah saya lihat," kata Patricia Yager, kepala ilmuwan Amundsen Sea Polynya International Research Expedition (ASPIRE). Yager mengutarakan kalau jumlah klorofil per liter di kolam itu lima kali lebih banyak dibandingkan beberapa tempat di Sungai Amazon. Kolam yang dikelilingi oleh es laut seperti ini sering disebut dengan istilah polynya. Perairan seperti ini biasanya kaya nutrisi dan menjadi tempat bernaung bagi binatang, baik besar maupun kecil. Demikian jelas Yager. Polynya bisa terbentuk dengan dua alasan: angin yang meniup bongkah es menjauh dari pantai dan udara atau air hangat mencairkan es. Ketika es mencair, nutrisi turut terlepas ke laut. Nutrisi yang kebanyakan penting bagi tumbuhan itu membuat ganggang berkembang. Ketika gletser dan es laut di bagian barat Kutub Selatan mencair karena pemanasan global, lebih banyak nutrisi yang mengalir ke lautan dan membuat ganggang berkembang semakin luas," Yager menjelaskan.

4. Air Terjun Api
Fenomena Api Terjun ini terdapat di Yosemite National Park yang terletak di California. Dinamakan Api terjun karena pada saat air jatuh dari ketinggian sekitar 2000 kaki, mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh dari atas. Sebenarnya fenomena ini bukanlah lava yang jatuh, melainkan air yang sedang terjun mendapatkan efek dari sinar matahari yang akan terbenam. Namun fenomena ini harus didukung dengan cuaca yang cerah, keberadaan matahari yang tepat saat menyinari air, dan debit air yang cukup banyak untuk bisa membuat Air terjun di Yosemite National Park mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh.

5. Tornado Api
Tornado api yang merupakan fenomena yang langka dan jarang terjadi sekaligus sangat mengerikan. Perpaduan antara angin tornado dan api yang sedemikian panasnya, tornado api ini mampu menggulung apa saja yang dilewatinya sekaligus membakarnya sampai jadi abu. Diameter pada inti api nya berkisar antara 0,3 sampai 0,9 meter dengan tinggi mencapai 3 meter. bahkan pada kondisi tertentu yang memungkinkan, keganasan tornado api ini bisa lebih dahsyat lagi, dengan diameter 3,5 meter dan tinggi mencapai ratusan meter. Bisa dibayangkan keganasanya pada inti apinya yang mencapai 1000 derajat Celcius

6. Sundog
sundog adalah sebuah fenomena atmosfer yang menciptakan titik terang cahaya di langit,sering pada cincin bercahaya atau halo di kedua sisi matahari.Sundogs mungkin muncul sebagai patch berwarna cahaya ke kiriatau kanan matahari 22 ° jauh dan pada jarak yang sama di atascakrawala saat matahari, dan dalam lingkaran cahaya es. Mereka dapat dilihat di mana saja di dunia selama musim apapun, tetapi mereka tidak selalu jelas atau terang. Sundogs yang terbaik dilihat dan yang paling mencolok ketika matahari rendah.

7. Pergeseran Sumbu Bumi
Akibat gempa berkekuatan 9 skala richter (SR) di Jepang, sumbu bumi bergeser sejauh 25 cm. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pergeseran tersebut meski ada percepatan rotasi bumi. karena gempa disebabkan pergeseran lempeng. Lalu membuat distribusi massa bumi berubah. Perubahan distribusi itu membuat sumbu rotasi bumi sedikit bergeser," jelasnya. Menurut Thomas, ada pergeseran titik kutub utara dan kutub selatan karena perubahan sumbu tersebut. Namun angka 25 cm terlalu kecil untuk membuat perubahan signifikan. "25 cm tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan diameter bumi yang 1.200 km. Sangat kecil, oleh manusia tidak akan terasa, oleh peralatan juga kurang sensitif, cuman nol koma sekian-sekian detik," paparnya.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...